Land Certificate Forgery Methods and the Structure of Criminal Networks as well as Legal Reform Efforts to Strengthen Rights Certainty and Law Enforcement

Authors

  • Yono Universitas Borobudur, Jakarta, Indonesia
  • Azis Budianto Universitas Borobudur, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/gijlss.v3i3.630

Keywords:

Land Certificate Forgery, Modus Operandi, Structured Crime Network

Abstract

Land certificate forgery is a land crime that undermines the legal certainty of land rights and causes significant economic losses. This crime is typically committed through a structured network involving initiators, administrative operators, legal facilitators, and receivers of the proceeds of crime, making law enforcement complex. In terms of regulations, Law No. 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Regulations (UUPA) only provides the material basis for land rights without specifically stipulating criminal penalties for misuse of land administration. Government Regulation No. 24 of 1997 concerning Land Registration regulates administrative procedures, but internal loopholes such as manipulation of registration data and the involvement of certain officials open up opportunities for the issuance of fake certificates that appear formally legitimate. Articles 263–276 of the Criminal Code (KUHP) criminalize document forgery, but these are general in nature, making it difficult to address internal administrative manipulation and collusion by land officials. The practice of certificate forgery through fake deeds or manipulation of the registration system demonstrates weak oversight and accountability mechanisms. This research underscores the need for legal reforms that criminalize abuse of land administration authority, strengthen the accountability of Land Deed Officials (PPAT) and notaries, and digitize electronic signature-based registration systems and audit trails. This approach is expected to close loopholes for criminal networks to collude, strengthen law enforcement, and increase the certainty of land rights for the community.

References

Alfiani, A. N., Khalid, H., & Hambali, A. R. (2025). Efektifitas Pertanggungjawaban Hukum Pidana Terhadap Pemalsuan Dokumen atas Objek Tanah yang telah Dialihkan (Putusan No. 634/Pid. B/2020/PN Mks). Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 4344-4361.

Arafat, M. &. (2024). Kebijakan kriminal dalam penanganan siber di era digital: Studi kasus di Indonesia. Equality: Journal of Law and Justice, 1(2), 220-241.

Dewi, R. A., & Susantio, C. (2024). Penggunaan Sertifikat Elektronik untuk Meningkatkan Efisiensi Pendaftaran Tanah dalam Upaya Pencegahan Mafia Tanah. Jurnal Syntax Admiration, 5(9), 3382-3392.

Fakhrurrozi, M., Rahmatiar, Y., & Abas, M. (2025). Kajian Hukum Tata Negara Terhadap Perlindungan Hak Atas Tanah Dalam Konteks UU No. 5 Tahun 1960. MORALITY: Jurnal Ilmu Hukum, 11(1), 148-157.

Khair, V. M., & Assyahri, W. (2024). Optimalisasi Administrasi Pertanahan di Indonesia: Tantangan dan Strategi Menuju Kepastian Hukum. Journal of Public Administration and Management Studies, 2(2), 55-62.

Kusuma, F. N., Zanati, H., & Chandra, H. A. (2024). Konsep Hukum dan Keadilan dalam Pemikiran Gustav Radbruch. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 2(01).

Maulana, H., Nugraha, N., Arinda, R., Fikri, M., & Wahanisa, R. (2024). Urgensi Sertifikat Elektronik dengan Pemantauan Berbasis AI untuk Efisiensi Pendaftaran Tanah dan Mitigasi Mafia Tanah di Indonesia. Journal Customary Law, 2(1), 9.

Meiliawati, I. (2024). MEMPERKUAT TATA KELOLA PERTANAHAN MELALUI DIGITALISASI DAN REFORMASI HUKUM PERTANAHAN DI INDONESIA. Lex Lectio Law Journal, 3(2), 76-90.

Murni, C. S., & Sulaiman, S. (2022). Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Merupakan Tanda Bukti Hak Kepemilikan Tanah. Lex Librum, 8(2), 183-198.

Noviani, R. N. (2023). Perlindungan Hukum Bagi Pemilik Hak Atas Tanah Dari Praktik Mafia Tanah Di Indonesia. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum Dan Masyarakat, 1(02).

Permadi, I. (2024). Kejahatan Mafia Tanah sebagai Ancaman Penguasaan Tanah yang Berkepastian Hukum. Perspektif Hukum, 24(1), 1-25.

Putra, R. A., & Winanti, A. (2024). Urgensi Dan Kendala Dalam Penerbitan Dokumen Sertifikat Tanah Elektronik Pasca Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 3 Tahun 2023. Jurnal Usm Law Review, 7(2), 835-852.

Rajab, R. A., Turisno, B. E., & Lumbanraja, A. D. (2020). Sertifikat Hak Atas Tanah Dalam Kepastian Hukum Pendaftaran Tanah. Notarius, 13(2), 642-654.

Ramadhani, R. (2016). Penanggulangan Kejahatan Terhadap Tanah. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial, 2(2).

Ramadhani, R. (2021). Pendaftaran tanah sebagai langkah untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap hak atas tanah. SOSEK: Jurnal Sosial dan Ekonomi, 2(1), 31-40.

Ramba, V. S., Tehupeiory, A., & Widiarty, W. S. (2024). Efektivitas Pelaksanaan Pendaftaran Tanah pada Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan. Action Research Literate, 8(8), 2327-2342.

Rinaldi, S. F., Anggrainy, L. M., Malva, C. L., Sari, T. D., & Pratama, M. A. (2025). Hukum Positivisme: Analisis Pemikiran Hans Kelsen Tentang Grundnorm. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora, 3(01).

Riupassa, G. R., & Riupassa, O. (2024). Juridical Review of Security Preventive Efforts to Prevent Organized Crime in Correctional Institutions in Indonesia: Tinjauan Yuridis Upaya Preventif Keamanan Pencegahan Kejahatan Terorganisir Dalam Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia. JIC: Jurnal Hukum dan Konstitusi, 1(1), 1-9.

Saraya, S., Lubis, A. F., Juansa, A., Layungasri, G. R., & Rianty, E. (2025). Dinamika Hukum di Indonesia: Perkembangan & Tantangan. Yogyakarta: PT. Star Digital Publishing.

Sasongko, R., Prawesthi, W., & Amiq, B. (2025). Tindak Pidana Pemalsuan Surat atau Dokumen dalam Penerbitan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah. Jurnal Fundamental Justice, 6(1), 85-100.

Siagian, E. J. (2021). Kajian Hukum Tindak Pidana Pemalsuan Sertifikat Hak Milik Tanah. Lex Crimen, 10(6).

Siahaan, T. R., & Yusuf, H. (2024). Tinjauan Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Ekonomi Khusus: Faktor Penyebab Dan Dampak Sosial Di Masyarakat. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(9), 5242-5257.

Siswandi, L., Suprayitno, P. H., & Sholahuddin, M. (2025). ANALISA TERHADAP PIDANA PEMALSUAN DITINJAU DARI KUHP DAN KUHAP YANG BERAKIBAT TERHADAP HUKUM TATA NEGARA YANG BERLAKU DI INDONESIA. Jurnal Yustitia, 26(1).

Syahputra, M. F., Putra, B. T., & Arianto, A. D. (2025). Perbedaan Kebijakan Pendaftaran Tanah di Indonesia, Malaysia dan Singapura: Efektivitas dan Tantangannya. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(1), 348-361.

Published

2025-11-24

How to Cite

Yono, & Azis Budianto. (2025). Land Certificate Forgery Methods and the Structure of Criminal Networks as well as Legal Reform Efforts to Strengthen Rights Certainty and Law Enforcement. Greenation International Journal of Law and Social Sciences, 3(3), 1330–1339. https://doi.org/10.38035/gijlss.v3i3.630