The Legal Status of AYDA in Bankruptcy: Conflicts of Legal Norms and Implications for the Bankruptcy Estate

Authors

  • Chandra Nadhi Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia.
  • M. Hadi Shubhan Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia.
  • Faizal Kurniawan Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia.
  • Qomara Sari Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia.
  • Astrid Athina Indradewi Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.38035/gijlss.v4i2.826

Keywords:

Agunan yang Diambil Alih (AYDA), Bankruptcy Estate, Bankruptcy Law, Non-Performing Loan

Abstract

This study examines the legal position of collateral in the form of debtor-owned land that has been taken over by a bank through Agunan yang Diambil Alih (AYDA) in bankruptcy proceedings, particularly to determine whether such collateral remains part of the bankruptcy estate after the debtor is declared bankrupt. This research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. It analyzes regulations related to bankruptcy law and AYDA, including the Banking Law, the Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations (PKPU) Law, Financial Services Authority (OJK) regulations, and relevant Supreme Court Circular Letters. The study finds that collateral under AYDA that has been legally transferred to the bank is no longer part of the bankruptcy estate. Conversely, collateral that has not been legally transferred through AYDA remains included in the bankruptcy estate. This study provides legal clarity for banks, curators, and other stakeholders regarding the status of AYDA collateral in bankruptcy proceedings, thereby supporting greater legal certainty and minimizing disputes in practice. This research offers a focused legal analysis on the intersection between AYDA mechanisms and bankruptcy law, an area that remains relatively underexplored, particularly in relation to determining the status of transferred collateral within the bankruptcy estate.

References

Achmad, A. S., & Indradewi, A. A. (2024). Kedudukan dan Akibat Hukum Perjanjian Tambahan yang Tidak Diperbaharui dengan Perjanjian Pokoknya. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik (JIHHP), 4(6), 42–53. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i6.2602

Al Mursyid, M. Y. (2021). Akta Peralihan Harta Pailit Berupa Benda Tetap Yang Dijual Tanpa Lelang Oleh Kurator. Officium Notarium, 1(2), 230–240. https://doi.org/10.20885/JON.vol1.iss2.art3

Aldaba, R., & Roisah, K. (2025). Kedudukan Personal Guarantee dan Benda yang dijaminkan dalam Kepailitan Debitor. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik (JIHHP), 5(3). https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i3

Ariyanto. (2022). Akibat Hukum Pemegang Hak Tanggungan Yang Tidak Mendaftarkan Sebagai Kreditor Dalam Kepailitan. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 2(29), 305–323. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss2.art4

Detria, R. (2018). Kepastian Hukum Objek Hak Tanggungan Yang Dikuasai Bank Dalam Pelaksanaan Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) Lebih Dari 1 (Satu) Tahun (Universitas Islam Indonesia). Universitas Islam Indonesia. Retrieved from https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/8225

Dilapanga, N. M. (2021). Agunan Yang Diambil Alih: Sebuah Mekanisme Dalam Penyelesaian Kredit Macet. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 5(2). https://doi.org/10.58258/jisip.v5i2.1943

Fajar, M. A., Qamar, N., & Alam, S. (2024). Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Hak Tanggungan Atas Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Yang Di Batalkan Pengadilan. Journal of Lex Philosophy (JLP), 5(2), 649–665.

Ferels, L., Muttaqin, Z., & Akyas, M. (2024). Sinkronisasi Pengaturan Pemindahan Hak Atas Tanah Melalui Lelang Dalam Perspektif Teori Kepastian Hukum. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 7(2), 175–192. https://doi.org/10.23920/acta.v7i2.1742

Ginting, E. R. (2018). Hukum Kepailitan: Teori Kepailitan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hartini, R. (2016). STATUS HUKUM BENDA JAMINAN DALAM KEPAILITAN DAN PKPU (Studi Kasus Putusan No. 18/Plw. Pailit/2013/PN. Niaga Sbyjo. No. 06/Pailit/2011/PN. Niaga. Sby). Sriwijaya Law Conference.

Isnaeni, M. (2017). Pengantar Hukum Jaminan Kebendaan. Yogyakarta: LaksBang Pressindo.

Liu, G. R. A. F., Wea, A., & Kabba, M. N. (2025). Analisis Peran dan Fungsi Bank BNI dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dengan Menerapkan Sistem Kredit. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi), 11(1), 120–128. Retrieved from https://journal.lembagakita.org/index.php/jemsi/article/view/3492/2684

Marzuki, P. M. (2016). Penelitian Hukum (Edisi Revisi). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Marzuki, P. M. (2022). The Essence of Legal Research is to Resolve Legal Problems. Yuridika, 37(1), 37.

Moechthar, O. (2019). Hukum Sebagai Pancaran Moral (1st ed.). Jakarta: Kencana-Prenadamedia Group.

Pangastuti, L. (2015). Pertanggung Jawaban Pihak Personal Guarantee yang Dinyatakan Pailit. Repertorium, 2(2). Retrieved from https://www.neliti.com/publications/213142/pertanggung-jawaban-pihak-personal-guarantee-yang-dinyatakan-pailit#cite

Prabandari, G. A., Nurdin, A., & Prasetyo, M. H. (2021). Penyelesaian Kredit Yang Dijamin Hak Tanggungan Dengan Ayda (Agunan Yang Diambil Alih) Bank Melalui Lelang. Notarius, 14(1), 581–597. https://doi.org/10.14710/nts.v14i1.39135

Pratiwi, C., & Maulisa, N. (2023). Mekanisme Aset Yang Diambil Alih Pada Fasilitas Kredit Pemilikan Rumah PT Bank X. UNES Law Review, 6(2). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.

Santoso, U. (2011). Pendaftaran dan Peralihan Hak Atas Tanah. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Satrio, J. (1998). Hukum jaminan, Hak Jaminan kebendaan, Hak tanggungan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Silalahi, U., & Claudia, C. (2020). Kedudukan kreditor separatis atas hak jaminan dalam proses kepailitan. Masalah-Masalah Hukum, 49(1), 35–47. https://doi.org/10.14710/mmh.49.1.2020.35-47

Simanjuntak, R. (2023). Undang-undang kepailitan dan PKPU Indonesia: teori dan praktik. Kontan Publishing.

Sjahdeini, S. R. (1999). Hak tanggungan: asas-asas, ketentuan-ketentuan pokok dan masalah yang dihadapi oleh perbankan (suatu kajian mengenai Undang-Undang Hak Tanggungan). Bandung: Alumni.

Subagyo, H., & Kanthika, I. M. (2023). Perlindungan Hukum Kreditor Separatis Terhadap Jaminan Kebendaan Pihak Ketiga Dalam Perkara Kepailitan (Studi Kasus Perkara Kepailitan Nomor : 21/PDT.SUS.GUGATAN LAIN-LAIN/2019/PN.NIAGA SBY., Juncto Perkara Nomor : 18/PDT.SUS/PKPU/2018/PN.SBY). Journal Equitable, 8(2), 208–233.

Subhan, H. (2015). Hukum Kepailitan: Prinsip, Norma, dan Praktik di Peradilan. Jakarta: Sinar Grafika.

Sumiyati, & Mustafida, L. (2019). Pelaksanaan 5C (Character, Capacity, Capital, Condition Of Economy, Collateral) Untuk Menganalisis Pemberian Kredit Di Koperasi Bangun Warga Di Yogyakarta. Lensa Hukum, 1(1).

Usanti, T. P., & Bakarbessy, L. (2013). Buku Referensi Hukum Perbankan, Hukum Jaminan. Surabaya: PT. Revka Petra Media.

Warsito, B. R., & Sudarwanto, A. S. (2019). Penyelesaian Kredit Macet Dengan Agunan Yang Diambil Alih (Ayda) Sebagai Upaya Perlindungan Kreditur Di Perseroan Daerah Bpr Bank Klaten. Jurnal Hukum Dan Pembangunan Ekonomi, 7(2), 187–195. https://doi.org/10.20961/hpe.v7i2.43003

Published

2026-06-20

How to Cite

Nadhi, C., Shubhan, M. H., Kurniawan, F., Sari, Q., & Indradewi, A. A. (2026). The Legal Status of AYDA in Bankruptcy: Conflicts of Legal Norms and Implications for the Bankruptcy Estate. Greenation International Journal of Law and Social Sciences, 4(2), 369–383. https://doi.org/10.38035/gijlss.v4i2.826