The Role of the Village Head as a Mediator in Resolving Land Disputes in Koto Tangah District

Authors

  • Zetria Erma Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Medan, Indonesia.
  • Yulkarnaini Siregar Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Medan, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.38035/gijlss.v4i4.891

Keywords:

Village Head, Mediator, Dispute, Land

Abstract

Land disputes are complex problems requiring an effective resolution mechanism acceptable to the community in Koto Tangah. This research is an empirical legal study conducted in Koto Tangah village, Tilatang Kamang District. Primary data were obtained through interviews with the village head, traditional leaders (ninik mamak), and community members, supplemented by secondary legal materials and analyzed qualitatively. The findings show that the village head acts as a neutral mediator resolving land conflicts through deliberation and consensus, which the community prefers over litigation because it is cheaper, faster, and preserves kinship. The obstacles are the lack of clear evidence of land ownership, the economic interests of the disputing parties, the community's low understanding of land law, the village head's limited authority, limited village land administration, and kinship factors. However, mediation outcomes lack executorial force and rely on social and moral sanction, making them most effective in familial disputes. Therefore, village heads and officials should improve their mediation and land law skills through training, and mediation outcomes should be properly documented. Village communities are expected to increase their legal awareness of land ownership and administration, while local governments should support village governments through coaching, land law outreach, and more orderly land administration data.

References

Amalia, N., & Putri, N. E. (2025). Evaluasi Upaya Pemerintahan Nagari dalam Penyelesaian Sengketa Lahan. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, Vol.6, No. 2 (Agustus 2025), hlm. 13.

Arrafi, A. A., Nurwati, & Yumarni, A, (2024), Peran Kerapatan Adat Nagari dalam Menyelesaikan Sengketa Harato Pusako Tinggi. Karimah Tauhid: Journal of Islamic Law, Vol. 3, No. 10 (2024), hlm. 11938–11946.

Auliya, N., Lestari, R., & Hasanah, U. (2023), Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Oleh Ninik Mamak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Vol. 2, No. 3, 200–210, https://doi.org/10.55681/seikat.v2i3.515

Dzakirah, V. (2024), Analisis Yuridis Peran Notaris dalam Penyelesaian Konflik Kepemilikan Tanah Melalui Mediasi, Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, Vol. 8, No. 10, hlm. 81–90. https://doi.org/10.3783/causa.v8i10.7831.

Fallonne, A. E., & Handayani, S. W. (2024), Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Hak Atas Tanah Adat, Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum, 2(3), hlm. 172–180.

Harsono, Boedi. 2008. Hukum Agraria Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Kristianto & Fitika Andraini. (2023), The Role of the Village Head as a Mediator in Resolving Land Disputes (Case Study of Sidokumpul Village), Hermeneutika: Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 6, No. 3, hlm. 136–144.

Marwan Suliandi, Wagiman, & Adrian Bima Putra. (2024), Hakim Perdamaian yang Diperankan Kepala Desa dalam Penyelesaian Sengketa Tanah di Indonesia, Ekasakti: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, Vol. 4, No. 2, hlm. 708–729.

Marzuki, Peter Mahmud, (2014), Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mertokusumo, Sudikno, (2005), Mengenal Hukum: Suatu Pengantar, Yogyakarta: Liberty.

Mertokusumo, Sudikno, (2006), Hukum Acara Perdata Indonesia, Yogyakarta: Liberty.

Rahardjo, Satjipto, (2006), Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Rahmadi, Takdir, (2017), Mediasi Penyelesaian Sengketa Melalui Pendekatan Mufakat, Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Rosdiyanti, V., & Taufiq, M. (2023). Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Kaum Nagari Sungai Cubadak Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, Vol. 2, No. 1, hlm. 233–250.

Salim, H. S., & Nurbani, E. S. (2014). Penerapan teori hukum pada penelitian tesis dan disertasi (Cet. 2). Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Santoso, Urip, (2012), Hukum Agraria Kajian Komprehensif. Jakarta: Kencana Silalahi, Ulber, (2012), Metode Penelitian Sosial, Bandung: Refika Aditama.

Soekanto, Soerjono, 2014, Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sumardjono, Maria S.W. 2001. Kebijakan Pertanahan: Antara Regulasi dan Implementasi. Jakarta: Kompas.

Soetandyo Wignjosoebroto (2013), Penelitian Sosial Berobjek Hukum, Digest Epistema, Vol. 3, hlm. 9.

Suhaila, Hijrah, W. O., & Idrus, M. (2025), Peran Kepala Desa sebagai Mediator dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Waris Secara Non Litigasi di Desa Kapota Utara, Mores: Jurnal Pendidikan Moral dan Kewarganegaraan, Vol. 3, No. 2, hlm. 91–99.

Usman, Rachmadi. 2013. Mediasi di Pengadilan: Dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Sinar Grafika.

Yuyun, Saifun Nufus, & Sigit Kamseno. (2025), Peran Kepala Desa Teluk Terate dalam Penyelesaian Perselisihan Sengketa Tanah: Berdasarkan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Jo Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan, Al Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, Vol. 3, No. 6, hlm. 8404–8418.

Published

2026-10-23

How to Cite

Erma, Z., & Siregar, Y. (2026). The Role of the Village Head as a Mediator in Resolving Land Disputes in Koto Tangah District. Greenation International Journal of Law and Social Sciences, 4(4), 1671–1681. https://doi.org/10.38035/gijlss.v4i4.891