Measuring the Urgency of Notarial Deeds in Ensuring Legal Certainty of Investment Contracts in Papua: Between Normativity and Practical Reality

Authors

  • Herniati Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua, Jayapura, Indonesia.
  • Sri Iin Hartini Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua, Jayapura, Indonesia.
  • Liani Sari Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua, Jayapura, Indonesia.
  • Kajagi Kalman Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua, Jayapura, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.38035/gijlss.v4i4.1138

Keywords:

Notarial Deed, Legal Certainty, Investment Contract, Papua, Special Autonomy

Abstract

This article examines the importance of notarial deeds in ensuring legal certainty for investment contracts in Papua, a region with special legal status under the Special Autonomy Law and a strategic national investment destination. Investment in Papua faces multiple challenges, ranging from limited legal infrastructure, a shortage of notaries in remote areas, to potential conflicts between national law and local customary law. Using normative legal research with statutory, conceptual, and case approaches and a descriptive-prescriptive analysis, this article examines the position of notarial deeds within the Indonesian contract law framework and identifies the gap between the normative nature of the rules and the reality of practice on the ground. The results indicate that a notarial deed is legally mandatory only for certain investment-related legal acts, such as the establishment of a limited liability company and the creation of fiduciary security, whereas for other investment contracts its importance lies in its perfect and binding evidentiary force. In both capacities, notarial deeds hold a vital position as an instrument of legal certainty, but their implementation in Papua still faces significant structural obstacles, particularly the uneven distribution of notaries (only four active notaries serve the entire province of Highland Papua), the absence of technical guidance on verifying customary law communities and their representatives, and the lack of fully adaptive regional regulatory readiness. Based on these findings, this article recommends a regionally based notary formation and placement policy, technical guidelines for verifying the legal standing and representation of customary law communities in notarial practice, and continuing training for notaries serving in Papua, in order to achieve equitable legal certainty in Papua.

References

(BKPM), B. K. P. M. (2025). Laporan Realisasi Investasi Triwulan IV Tahun 2024. BKPM.

(INI), I. N. I. (2023). Kode Etik Notaris. INI.

(KPPU), K. P. P. U. (2024). Kajian Iklim Investasi dan Persaingan Usaha di Papua. KPPU.

Adjie, H. (2022). Hukum Notaris Indonesia: Tafsir Tematik Terhadap UU No. 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris. Refika Aditama.

Afriana, A., & Kusmayanti, H. (2022). Akta Autentik sebagai Alat Bukti Sempurna dalam Penyelesaian Sengketa Kontrak. Jurnal Bina Mulia Hukum, 7(1), 45.

ANTARA. (2025, July 8). Realisasi investasi 2024 di Papua Barat capai Rp13,03 triliun. ANTARA News Papua Barat. https://papuabarat.antaranews.com/berita/68125/realisasi-investasi-2024-di-papua-barat-capai-rp1303-triliun

Ardhiwisastra, Y. B. (2022). Penafsiran dan Konstruksi Hukum. Alumni.

Ariesandy, R. (2025). The Role of the Notary as a Public Official in Ensuring the Fulfillment of Individual Constitutional Rights. Nurani Hukum, 8(2), 239–262. https://doi.org/10.51825/nhk.v8i2.35546

Badan Pusat Statistik. (2025). Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2025 (Berita Resmi Statistik). BPS.

Barnes, P. A., Aninta, S. G., Ariyanto, T., Holle, M. J. M., Ikhawan, M. K., & Jayanto, H. (2023). The gap between policy and practice for human rights in conservation: a case study in Papua Province, Indonesia. Oryx, 57(3), 360–369. https://doi.org/10.1017/S0030605323000066

BPK Perwakilan Provinsi Papua. (2025). Dana Otsus Papua 2025 Terpangkas Rp19 Miliar [Catatan berita]. https://papua.bpk.go.id/wp-content/uploads/2025/02/CatatanBeritaAA_20250206114747.pdf

Budiono, H. (2022). Kumpulan Tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan. Citra Aditya Bakti.

Cenderawasih Pos. (2026, February 26). Papua Kurang Notaris, Berharap OAP Lihat Peluang Ini. https://cenderawasihpos.jawapos.com/metropolis/26/02/2026/papua-kurang-notaris-berharap-oap-lihat-peluang-ini/

Erwiningsih, W. (2023). Peranan Notaris dalam Transaksi Bisnis dan Penanaman Modal. Jurnal Rechtsvinding, 12(2), 170.

Friedman, L. M. (1975). The Legal System: A Social Science Perspective. Russell Sage Foundation.

Hadjon, P. M. (2022). Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia. Bina Ilmu.

Harris, F., & Helena, L. (2022a). Notaris Indonesia. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia.

Harris, F., & Helena, L. (2022b). Notaris Indonesia. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia.

Herdanareswari, I. (2024). Desentralisasi asimetris dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat pada daerah otonomi khusus Papua. Jurnal Yustika: Media Hukum Dan Keadilan, 27(1), 1–23. https://doi.org/10.24123/yustika.v27i01.6198

HS, S., & Nurbani, E. S. (2023). Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Disertasi dan Tesis. Rajawali Pers.

Ibrahim, J. (2022). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Bayumedia Publishing.

Investasi/BKPM, K. (2024). Laporan Kinerja Penanaman Modal Kawasan Timur Indonesia 2023-2024. BKPM.

Kamaluddin, S., Pongtuluran, R., & Juli, L. (2024). Revolusi birokrasi di Papua: menghadirkan pelayanan publik prima di tengah keterbatasan infrastruktur. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 5(1), 27–37. https://doi.org/10.51577/ijipublication.v5i1.581

Kelsen, H. (1967). Pure Theory of Law (M. Knight (ed.)). University of California Press.

Kementerian Keuangan. (2025). Penerimaan dalam Rangka Otonomi Khusus (Part One). Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. https://klc2.kemenkeu.go.id/kms/knowledge/penerimaan-dalam-rangka-otonomi-khusus-part-one-8fe0e0e8/detail/

Khairandy, R. (2022). Hukum Kontrak Indonesia dalam Perspektif Perbandingan. FH UII Press.

Kie, T. T. (2021). Studi Notariat dan Serba-Serbi Praktik Notaris (Edisi Revisi). Ichtiar Baru Van Hoeve.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek) (2001).

Konsorsium Pembaruan Agraria. (2025). Catatan Akhir Tahun 2024. KPA.

Lestari, K. F. (2025). Antara Kepastian dan Keadilan: Perspektif Hukum Islam terhadap Legalisasi Dokumen Asing dan Peran Notaris. Tasyri’: Journal of Islamic Law, 4(1), 583–608. https://doi.org/10.53038/tsyr.v4i1.419

Lumban Tobing, G. H. S. (2022). Peraturan Jabatan Notaris. Erlangga.

Mahkamah Konstitusi. (2013). Putusan Nomor 35/PUU-X/2012.

Marzuki, P. M. (2022). Penelitian Hukum (Edisi Revisi). Kencana Prenada Media Group.

Mufida, A., Ramadhina, A. N., Puspitaningrum, D. F., & Umairoh, F. S. (2025). Polemik Pengakuan Tanah Ulayat dalam Hukum Nasional Masyarakat Adat di Papua. Jurnal Humaniora Dan Sosial Sains, 2(2), 189–193. https://humaniorasains.id/jhss/article/view/93

Napitupulu, B. D. (2023). Problematika Investasi dan Kepastian Hukum di Tanah Papua: Studi Kasus Konflik Pertanahan dan Kontrak. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 30(3), 595.

Palenewen, J. Y. (2025). Issuance of Legally Defective Land Rights Certificates at the Jayapura City Land Office. LAW & PASS: International Journal of Law, Public Administration and Social Studies, 2(1), 12–23. https://doi.org/10.47353/lawpass.v2i1.69

Papua, B. I. dan P. (2024). Peta Investasi Provinsi Papua Tahun 2024. Pemerintah Provinsi Papua.

Papua, B. P. S. (2024). Statistik Investasi Provinsi Papua 2023-2024. BPS Papua.

Peraturan Daerah Khusus Provinsi Papua Nomor 23 Tahun 2008 tentang Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat dan Hak Perorangan Warga Masyarakat Hukum Adat atas Tanah (2008).

Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan dan Pendaftaran Tanah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat (2024).

Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (2025).

Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, 2021 (2021).

Pranata, A. R. (2025). Akibat Hukum Akta Penegasan Notaris Yang Memuat Perjanjian Pinjam Nama (Nominee) Benda Bergerak. Indonesian Notary, 7(3), 3. https://doi.org/10.21143/notary.vol7.no3.384

Purwaningsih, E. (2023). Penegakan Hukum Kenotariatan dan Tanggung Jawab Notaris. Mandar Maju.

Putusan Nomor 1397 K/Pdt/2022 (2022).

Putusan Nomor 23/Pdt.G/2023/PN.Jap (2023).

RI, K. H. A. M. (2024). Kajian Hak Masyarakat Adat Papua dalam Kerangka Investasi dan Pembangunan. Komnas HAM.

RI, M. K. (2010). Putusan Nomor 3/PUU-VIII/2010.

Rizki, F. A. (2024). Tinjauan Politik Hukum Pembentukan Badan Khusus dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua. Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum Dan Keadilan, 8(2), 78–90.

Sakmaf, M. S., Handayani, I. G. A. K. R., Sumiarni, M. E., Paidi, Z. B., & Wamafma, F. (2026). Special Autonomy and Protection of Customary Land Rights in West Papua: Promise or Illusion? Petita: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Syariah, 11(1), 479–501. https://doi.org/10.22373/petita.v11i1.1000

Sari, T. N. (2025). Public Legal Literacy and Ownership Certainty in Land Transactions in Yogyakarta: A Socio-Legal Case Study. Saneskara: Journal of Social Studies, 2(2), 74–85. https://doi.org/10.62491/sjss.v2i2.2025.52

Sasongko, W. (2022). Urgensi Akta Autentik dalam Menjamin Kepastian Hukum Penanaman Modal. Jurnal Ilmu Hukum, 11(2), 205.

Sesung, R. (2023). Hukum dan Politik: Kajian Hukum Otonomi Khusus Papua. Refika Aditama.

Setiawan, M. D., & Babussalam, B. (2026). Perlindungan Hukum Atas Pemutusan Relasi Kerja dalam Gig Economy Menurut Teori Philipus M. Hadjon. Journal Presumption of Law, 8(1), 59–79. https://doi.org/10.31949/jpl.v8i1.17501

Sinurat, D. F., & Silviana, A. (2025). Analisis Yuridis Peran dan Tanggung Jawab Notaris Terhadap Pembuatan Akta Pengikatan Jual Beli Tanah Adat Tanpa Ada Sertifikat Hak Milik. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik (JIHHP), 5(3).

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2022). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Rajawali Pers.

Syarofi, S. (2025). Perlindungan Hukum Notaris Dalam Organisasi Ikatan Notaris Indonesia (INI) Berdasarkan Pasal 17 Huruf E Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Jabatan Notaris. Borneo Law Review, 9(2), 123–139. https://doi.org/10.35334/q2tff547

Tanuwijaya, J., & Adam, R. C. (2025). Legal Uncertainty of Foreign Investors Before Company Ratification in Indonesia. Indonesian Journal of Law and Economics Review, 20(4), 10–21070. https://doi.org/10.21070/ijler.v20i4.1334

Tjoa, K. H. (2024). Kedudukan Hukum Akta Notaris dalam Kontrak Investasi di Wilayah Perbatasan. Jurnal Hukum Dan Pembangunan, 54(1), 82.

Triana, A. R., Putri, A. A., Mar’atussholikhah, K., Sukma, V. S., Firdaus, F., & Hidayat, M. F. (2024). Kepastian hukum dalam penanaman modal investasi di kawasan ekonomi khusus dari perspektif investor. Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik Dan Humaniora, 1(3), 246–262. https://doi.org/10.62383/progres.v1i3.551

Tribun Papua Tengah. (2026, July 5). Momen HUT ke-118: Kuota Minim, Pengwil INI Gandeng Uncen Cetak Notaris Asli Papua. https://papuatengah.tribunnews.com/papua/6309/momen-hut-ke-118-kuota-minim-pengwil-ini-gandeng-uncen-cetak-notaris-asli-papua

Udiana, I. M. (2021). Rekonstruksi Kebijakan Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri. Universitas Udayana.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah, 2022 (2022).

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, 2020 (2020).

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (2011).

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Selatan (2022).

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah (2022).

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan (2022).

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris, 2014 (2014).

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua (2021).

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (2001).

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal, 2007 (2007).

Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya (2022).

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah, 1996 (1996).

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, 2007 (2007).

Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (1999).

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (1960).

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (2023).

Warsito, L., & Dewi, P. M. (2025). Kontribusi Notaris dalam Mendukung Investasi Asing di Indonesia: Studi tentang Pembuatan Akta Otentik dalam Penanaman Modal Asing (PMA). Justicia Journal, 14(1), 88–100. https://doi.org/10.32492/jj.v14i1.14106

Yuliana, Y. (2025). Reformasi Sistem OSS dan Perizinan Berusaha Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk Meningkatkan Investasi Asing di Indonesia. Media Hukum Indonesia (MHI), 3(4). https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/MHI/article/view/2450

Zulaeha, M. (2023). E-Courts in Indonesia: Exploring the opportunities and challenges for justice and advancement to judicial efficiency. International Journal of Criminal Justice Sciences, 18(1), 183–194. https://ijcjs.com/menu-script/index.php/ijcjs/article/view/617

Published

2026-09-29

How to Cite

Herniati, H., Hartini, S. I., Sari, L., & Kalman, K. (2026). Measuring the Urgency of Notarial Deeds in Ensuring Legal Certainty of Investment Contracts in Papua: Between Normativity and Practical Reality. Greenation International Journal of Law and Social Sciences, 4(4), 1320–1336. https://doi.org/10.38035/gijlss.v4i4.1138