The Concept of State Financial Losses in the Field of Taxation Due to Bribery of Tax Officials as a Criminal Act of Money Laundering in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.38035/gijlss.v3i3.575Keywords:
taxation, state financial losses, bribery, money launderingAbstract
State financial losses due to bribery in tax matters are a significant issue to study due to their link to money laundering. The tax sector, which contributes 82.43% of total state revenue, equivalent to IDR 2,309.9 trillion in the 2024 State Budget, plays a strategic role and is highly vulnerable to corruption and financial crime. This study uses a normative (doctrinal) juridical method with a statutory, conceptual, and analytical approach to various regulations, court decisions, and related legal doctrines. The results indicate that state financial losses in taxation are defined as a shortfall in state revenue due to unpaid or underpaid taxes, as well as funds that should have been deposited into the state treasury but were misused through administrative violations. These losses arise from bribery practices and abuse of authority by tax officials, which have the potential to constitute money laundering, as stipulated in Law Number 8 of 2010 concerning the Prevention and Eradication of Money Laundering. It also found an imbalance between criminal and administrative sanctions, where the large fines encourage perpetrators to choose imprisonment over restitution of state losses. Although the number of tax cases decreased from 1,082 in 2020 to 484 in 2024, there were still 3,680 cases suspected of being related to money laundering. Therefore, a restructuring of the proportionality of sanctions is needed, emphasizing the restitution of state losses to strengthen the recovery of state revenues and the enforcement of justice in tax crimes related to money laundering.
References
Ali, Z. (2016). Metode penelitian hukum. Jakarta : Sinar Grafika.
Bara. (2025). Bab VII – Penelitian hukum dengan bahan-bahan hukum sekunder [dokumen elektronis]. Scribd. https://www.scribd.com/document/879556632/Bab-Vii-Penelitian-Hukum-Dengan
Direktorat Jenderal Pajak. (2021). Kerugian pada pendapatan negara. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://www.pajak.go.id/en/node/71047
Direktorat Jenderal Pajak. (2023). Penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang terhadap tindak pidana di bidang perpajakan. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://www.pajak.go.id/en/node/98276
Direktorat Jenderal Pajak. (2024). Jangan jadi pengemplang pajak. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://pajak.go.id/en/node/108485
Direktorat Jenderal Pajak. (2024, September 2). Penghitungan kerugian pada pendapatan negara dalam penanganan tindak pidana di bidang perpajakan. Pemerintah Indonesia. https://www.pajak.go.id/id/artikel/penghitungan-kerugian-pada-pendapatan-negara-dalam-penanganan-tindak-pidana-di-bidang
Ferdian, R. B., dkk. (2018, Desember). Penetapan kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi. Syiah Kuala Law Journal, 2(3).
Handoyo, B. (2017, Juli–Desember). Mekanisme penegakan hukum tindak pidana pencucian uang (money laundering) di perbankan. AtTasyri’, 9(2).
Indonesia Corruption Watch. (2024). Usut tuntas skandal pajak. https://www.antikorupsi.org/id/article/usut-tuntas-skandal-pajak
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2024). Kinerja 2020–2024: KPK kembalikan kerugian negara senilai Rp2,5 triliun. https://kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/kinerja-2020-2024-kpk-kembalikan-kerugian-negara-senilai-rp25-triliun
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2024, 19 Desember). Kinerja 2020-2024: KPK kembalikan kerugian negara senilai Rp2,5 triliun. https://kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/kinerja-2020-2024-kpk-kembalikan-kerugian-negara-senilai-rp25-triliun
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2021). Tindak pidana pencucian uang. https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/glosarium-hukum/1897-pencucian-uang
Maulida, A. N. (2025). Mala prohibita: Kriminalisasi pelanggaran pajak (tantangan dan harapan). JIHHP: Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(5). https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i5.4756
Mardiasmo. (2018). Perpajakan (Edisi Terbaru 2018). Yogyakarta: Andi Offset.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum: Edisi revisi. Jakarta : Prenada Media.
Purwitasri, A., & Mutafarida, B. (2024). Urgensi pajak dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 2(6), 656–666.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Siahaan, J., Herdiana, K., Sari, P. K., & Akhyar, Z. H. (2021). Menilik Signifikansi Pengaruh Aspek Kepercayaan Masyarakat Kepada Instansi Perpajakan Terhadap Peningkatan Rasio Kepatuhan Pajak Sukarela. Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia, Depok.
Tamba, H. (2022). Kebijakan kriminal pencucian uang (money laundering) dalam penanggulangan tindak pidana perpajakan. Legalitas: Jurnal Hukum, 14(1). https://doi.org/10.33087/legalitas.v14i2.343
Tampubolon, K. (2013). Praktek, Gugatan, Dan Kasus-Kasus Pemeriksaan Pajak. Jakarta: Indeks.
Warman, G. R. (2017). Model Pengaturan Kebijakan Pelayanan Terpadu Perpajakan Guna Efektifitas Pelayanan Publik (Studi Kasus Di Pemerintahan Kota Surakarta) (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).
Widiatmoko, K. (2025). Penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang terhadap tindak pidana di bidang perpajakan. Direktorat Jenderal Pajak. https://stats.pajak.go.id/id/penerapan-undang-undang-tindak-pidana-pencucian-uang-terhadap-tindak-pidana-di-bidang-perpajakan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ronald Samuel Wuisan, KMS Herman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright :
Authors who publish their manuscripts in this journal agree to the following conditions:
- Copyright in each article belongs to the author.
- The author acknowledges that the Greenation International Journal of Law and Social Sciences (GIJLSS) has the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution 4.0 International license (Attribution 4.0 International CC BY 4.0).
- Authors can submit articles separately, arrange the non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (for example, sent to the author's institutional repository, publication in a book, etc.), by acknowledging that the manuscript has been published for the first time at GIJLSS.






















